PENYESUAIAN DIRI TERHADAP PERUBAHAN FISIK PADA DEWASA PERTENGAHAN

23 Sep

A. Pengertian Dewasa Pertengahan
Pada umumnya usia madya atau usia setengah baya dipandang sebagai masa usia antara 40 – 60 tahun. Masa tersebut pada akhirnya akan ditandai oleh perubahan jasmani dan mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik, sering pula diikuti oleh penurunan daya ingat. Walaupun dewasa ini banyak yang mengalami perubahan-perubahan tersebut lebih lambat daripada masa lalu, namun garis batas tradisionalnya masih nampak. Meningkatnya kecenderungan untuk pensiun pada usia 60-an sengaja atau tidak sengaja usia 60-an dianggap sebagai garis batas antara usia lanjut dengan usia madya.
Ciri-ciri masa dewasa madya :
1. Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti
Diakui bahwa semakin mendekati usia tua, periode usia madya semakin lebih terasa menakutkan. Pria dan wanita banyak mempunyai alasan untuk takut memasuki usia madya. Diantaranya adalah : banyaknya stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya, yaitu : kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga disertai dengan berhentinya reproduksi.
2. Usia madya merupakan masa transisi
Usia ini merupakan masa transisi seperti halnya masa puber, yang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masanya dan memasuki periode dalam kehidupan yang akan diliputi oleh ciri-ciri jasmani dan perilaku baru.
3. Usia madya adalah masa stress
Bahwa usia ini merupakan masa stress. Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah, khususnya bila disertai dengan berbagai perubahan fisik, selalu cenderung merusak nomeostatis fisik dan psikologis dan membawa ke masa stress, suatu masa bila sejumlah penyesuaian yang pokok harus dilakukan di rumah, bisnis dan aspek sosial kehidupan mereka.
4. Usia madya adalah usia yang berbahaya
Cara biasa menginterpretasi “usia berbahaya” ini berasal dari kalangan pria yang ingin melakukan pelampiasan untuk kekerasan yang berakhir sebelum memasuki masa usia lanjut. Usia madya dapat menjadi dan merupakan berbahaya dalam beberapa hal lain juga. Saat ini merupakan suatu masa dimana seseorang mengalami kesusahan fisik sebagai akibat dari terlalu banyak bekerja, rasa cemas yang berlebihan, ataupun kurangnya memperhatikan kehidupan. Timbulnya penyakit jiwa datang dengan cepat di kalangan pria dan wanita dan gangguan ini berpuncak pada suicide. Khususnya di kalangan pria.
5. Usia madya adalah usia canggung
Sama seperti pada remaja, bukan anak-anak bukan juga dewasa. Demikian juga pada pria dan wanita berusia madya. Mereka bukan muda lagi, tetapi juga bukan tua.
6. Usia madya adalah masa berprestasi
Menurut Erikson, usia madya merupakan masa kritis diamana baik generativitas/kecenderungan untuk menghasilkan dan stagnasi atau kecenderungan untuk tetap berhenti akan dominan. Menurut Errikson pada masa usia madya orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (tetap) tidak mengerjakan sesuatu apapun lagi. Menurutnya apabila orang pada masa usia madya memiliki keinginan yang kuat maka ia akan berhasi, sebaliknya dia memiliki keinginan yang lemah, dia akan stag (atau menetap) pada hidupnya.
7. Usia madya adalah masa evaluasi
Pada usia ini umumnya manusia mencapai puncak prestasinya, maka sangatlah logis jika pada masa ini juga merupakan saat yang pas untuk mengevaluasi prestasi tersebut berdasarkan aspirasi mereka semula dan harapan-harapan orang lain, khususnya teman dan keluarga-keluarga dekat.
8. Usia madya dievaluasi dengan standar ganda
Bahwa pada masa ini dievaluasi dengan standar ganda, satu standar bagi pria dan satu standar bagi wanita. Walaupun perkembangannya cenderung mengarah ke persamaan peran antara pria dan wanita baik di rumah, perusahaan perindustrian, profesi maupun dalam kehidupan sosial namun masih terdapat standar ganda terhadap usia.
9. Usia madya merupakan masa sepi
Dimana masa ketika anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. Contohnya anak yang mulai beranjak dewasa yang telah bekerja dan tinggal di luar kota sehingga orang tua yang terbiasa dengan kehadiran mereka di rumah akan merasa kesepian dengan kepergian mereka.
10. Usia madya merupakan masa jenuh
Banyak pria atau wanita yang memasuki masa ini mengalami kejenuhan yakni pada sekitar usia 40 akhir. Para pria merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas sehari-hari dan kehidupan keluarga yang hanya sedikit memberi hiburan. Wanita yang menghabiskan waktunya untuk memelihara rumah dan membesarkan anak-anak mereka. Sehingga ada yang merasa kehidupannya tidak ada variasi dan monoton yang membuat mereka merasa jenuh.

B. Aspek-aspek Perubahan Fisik pada Dewasa Pertengahan
Pada masa dewasa madya terjadi perubahan fungsi fisik yang tak mampu berfungsi seperti sedia kala, melihat dan mendengar merupakan dua perubahan yang paling menyusahkan paling banyak tampak dalam dewasa tengah. Daya akomodasi mata untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina akan mengalami penurunan tajam antara usia 40 dan 9 tahun. Karena pada usia tersebut aliran darah pada mata juga berkurang. Pendengaran mungkin juga mulai menurun pada usia ini yaitu mulai memasuki usia 40. Meskipun kemampuan untuk mendengar suara-suara bernada rendah tidak begitu kelihatan. Laki-laki biasanya kehilangan sensitifitasnya terhadap suara bernada tinggi lebih dahulu daripada perempuan. Hal ini mungkin disebabkan oleh lebih besarnya pengalaman laki-laki terhadap suaru gaduh dalam pekerjaan.
Perubahan fisik tidak terjadi dengan sendirinya. Perubahan fisik berkaitan dengan perkembangan karier dan perubahan terjadi. Perubahan fisik berjalan lambat mulai dari usia 30 tahun yaitu pada periode dewasa awal, namun setelah memasuli dewasa pertengahan perubahan fisik makin cepat. Perubahan fisik ini berpengaruh terhadap perubahan pribadi dan sosial orang-orang dewasa pertengahan. Perubahan fisik dapat dilihat dari pertambahan berat badan yang terjadi antara umur 35-59 tahun (Kleimer, 1959). Perubahan berat badan ini diikuti oleh perubahan bentuk tubuh. Kulit berkerut, rambut menjadi abu-abu, dan menipis (Selmunowis, Rizei dan Orintreach, 1977). Wanita maupun pria kebanyakan cemas terhadap perubahan fisik mereka itu.
Perubahan fisik lainnya adalah perubahan pada hormon seksual, yang menyebabkan wanita mengalami monopouse dan pada pria disebut klimakterium, yaitu berkurangnya aktivitas sesksual pada pria.
Bagi sejumlah orang dewasa pertengahan, perubahan fisik diterima dengan perasaan tidak puas, namun sebagian lagi menerimanya dengan perasaan tenang dan damai. Perubahan fisik yang cepat terjadi pada usia madya akan berpengaruh juga terhadap perubahan pribadi dan sosialnya. Perubahan fisik dapat dilihat dari pertambahan berat badan yang terjadi pada umur 35 – 39 tahun (Kleimer, 1959) perubahan fisik yang lain adalah perubahan bentuk tubuh, kulit berkerut, rambut menjadi abu-abu dan menipis (Selmunowitz, Rizei dan Orintreach, 1977). Menurut Hurlock, tanda-tanda perubahan fisik yang terjadi pada usia dewasa pertengahan (madya) adalah:
a. Berat badan bertambah, selama usia madya, lemak menjadi mengumpul terutama sekitar perut dan dada.
b. Berkurangnya rambut dan beruban. Rambut pada pria yang berusia madya mulai jarang, menipis, dan terjadi kebotakan, sedangkan wanita, rambut menjadi menipis.
c. Perubahan Pada Kulit. Kulit wajah, leher, lengan dan tangan menjadi lebih kering dan keriput serta kulit bagian bawah mata menjadi menggembung.
d. Tubuh menjadi gemuk. Bahu seringkali menjadi bulat dan terjadi penggemukan di seluruh tubuh sehingga perut kelihatan menonjol dan tubuh terlihat lebih pendek.
e. Perubahan otot. Umumnya otot orang dewasa madya menjadi lembek dan mengendur disekitar dagu, lengan atas dan perut.
f. Masalah persendian. Beberapa orang dewasa madya punya masalah pada persendian, tungkai dan lengan.
g. Perubahan pada gigi. Gigi menjadi kuning dan harus sering diganti, sebagian atau seluruhnya dengan gigi palsu.
h. Perubahan pada mata. Mata terlihat kurang bersinar dibandingkan saat masih muda.
i. Perubahan dalam penampilan. Bagi pria dewasa madya, terdapat kesulitan tambahan dalam berlomba dengan orang-orang yang lebih muda , lebih kuat, lebih energik yang lebih cenderung untuk menilai kemampuannya dalam mempertahankan pekerjaannya dalam kaitannya dengan penampilan. Baik bagi dewasa madya pria maupun wanita, terdapat ketakutan bahwa penampilan usia madya mereka akan menghambat kemampuan untuk mempertahankan pasangan mereka (suami/istri). Tanda-tanda menua juga akan menjadi lebih jelas di kalangan kelompok-kelompok sosial ekonomis daipada kelompok lainnya. Orang dewasa madya yang kelompok sosial ekonominya lebih tinggi akan tampak lebih muda dari umur yang sebenarnya sebaliknya dewasa madya dengan kelompok sosial ekonomi rendah akan tampak lebih tua dibandingkan umur aslinya.
j. Perubahan dalam kemampuan indera. Perubahan fisik yang terjadi pada usia madya yang paling merepotkan adalah pada mata dan telinga. Kebanyakan orang berusia madya menderita presbiopi atau kesulitan melihat dari jarak jauh, yaitu kehilangan berangsur-angsur akomodasi lensa mata sebagai akibat dari menurunnya elastisitas lensa mata. Kemampuan mendengar juga akan melemah, akibatnya mereka yang berusia dewasa madya harus mendengarkan sesuatu denga lebih sungguh-sungguh daripada saat mereka masih muda.
k. Perubahan pada keberfungsian fisiologis. Perubahan ini, pada sebagian besar bagian tubuh, langsung atau tidak langsung diakibatkan oleh perubahan jaringan tubuh. Keadaan tersebut akan menyulitkan sirkulasi tubuh, meningkatnya tekanan darah, khususnya orang gemuk akan menyebabkan komplikasi jantung. Fungsi kelenjar tubuh menjadi lembam. Pori-pori yang biasanya bertugas membersihkan kulit dari kotoran bekerja menjadi lebih lamban. Kelenjar pencernaan juga akan menjadi lebih lamban dari sebelumnya sehingga menimbulkan masalah-masalah pencernaan.
l. Perubahan pada kesehatan. Masalah kesehatan yang umum terjadi pada usia dewasa madya (pertengahan) adalah mudah lelah, telingan berdengung, sakit pada otot, kepekaan kulit, pusing-pusing biasa, sakit pada lambung, kehilangan selera makan dan insomnia. Hal ini juga disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor keturunan, riwayat kesehatan pada masa lampau, tekanan emosi dalam hidup, kemauan untuk menyesuaikan diri dengan pola hidup untuk mengubah kondisi jasmani.
Menurut Hurlock (1980), baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan, dimana penampilannya pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan pasangan mereka, atau mengurangi daya tarik lawan jenis.
Selain itu, sebuah penelitian dalam Nowark (1977) sebagaimana yang dikutip oleh Jhon F. Santrock (1995), menemukan bahwa perempuan berusia dewasa madya lebih memfokuskan perhatiannya pada daya tarik wajah dari pada perempuan yang lebih muda atau tua. Dalam penelitian ini, wanita dewasa madya lebih mungkin menganggap tanda-tanda penuaan sebagai pengaruh negatif terhadap penampilan fisiknya.
Adapun beberapa perubahan fisik mulai tampak lebih awan di usia 30 tahun, tetapi pada beberapa titik atau bagian terjadi di usia 40 tahun, menurunnya perkembangan fisik menunjukan bahwa masa dewasa madya telah datang.

C. Masalah yang Timbul pada Periode Perubahan Fisik (Dewasa Pertengahan)
Sebagian besar (60%) wanita yang mengalami monopouse merasakan gejala perasaan panas dan kemudian dingin. Perasaan ini lebih parah dialami oleh wanita yang mengalami kesulitan dalam menghadapi periode menopause. Suatu steriotipe yang banyak dipercaya wanita adalah bahwa menopause berarti hilangnya kemampuan untuk menikmati hubungan intim dengan pasangan. Kenyataannya bukanlah demikian, karena tidak ada kaitan antara menopause dengan penurunan kenikmatan seksual (Cristeason&Gagnon).
Wanita-wanita yang menyikapi situasi menopause dengan cara negatif, mengalami penurunan atau ketidakmampuan menikmati hubungan intim dnegan pasangannya. Wanita-wanita seperti ini menyikapi dirinya dengan perasaan kecewa dan gagal dalam hidup, menyesali diri dan penderitaan batin. Mereka menuruti perasaan sendiri, tanpa adanya keinginan untuk memperhatikan kepentingan orang lain. Mereka mengembangkan perasaan tidak puas dengan kehidupan, meskipun kenyataannya mereka berkecukupan.
Gould, Davindon (oleh Elida Prayitno, 1992) mengemukakan bahwa wanita-wanita yang menghadapi masa menopause dengan keadaan kegoncangan psikologis adalah wanita-wanita yang kurang berhasil dalam hidupnya, menilai diri sendiri dengan sikap negative, tidak menerima keadaan diri, bahkan terus-menerus menyesali atau mencaci dirinya sendiri. Mereka benar-benar menderita batin dalam menghadapi masa menopause.

D. Upaya yang Dilakukan untuk Mengatasi Permasalahan dalam Menghadapi Perubahan Fisik
Dalam menghadapi masa menopause mereka merasa atau bertingkah laku sebagai berikut:
1. Tertekan atau depresi, karena tidak lagi dapat melahirkan, dan tidak menjadi wanita yang sempurna
2. Cemas
3. Mengalami gangguan emosi
4. Merasa kesehatannya terganggu selama masa menopause
Penderitaan fisik yang mereka alami sebenarnya bukan pengaruh menopause, tetapi disebabkan oleh gangguan kejiwaan yang mereka alami sehingga menyebabkan fisik mereka terganggu. Penderitaan fisik seperti ini disebut psikosomatis.
Sikap yang benar atau seharusnya dikembangkan oleh orang dewasa pertengahan dalam menghadapi masa menopause agar terhindar dari ketegangan psikologis dan deprsi adalah:
a. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang monopouse secara benar
b. Binalah berbagai kemampuan agar mendapatkan prestasi yang tinggi, baik dalam bidang karir maupun kehidupan sosial selama periode setengah baya
c. Menerima peristiwa menopause dengan pandangan dan kegiatan yang positif.
d. Meningkatkan kegemaran membaca sehingga mempunyai wawasan yang luas tentang kehidupan.
e. Menjaga kesehatan dengan pengaturan menu yang sesuai dengan kebutuhan tubuh orang dewasa pertengahan.
f. Membina kedekatan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: